Syafruddin Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan, Bahas Isu Global hingga Pengawasan Anggaran

Senin, 2 Maret 2026

Kesahkaltim.com, Samarinda – Ketua Umum DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Syafruddin, S.Pd, menggelar buka puasa bersama sejumlah jurnalis di Samarinda. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat komunikasi sekaligus bertukar pandangan mengenai kondisi nasional dan daerah di tengah suasana Ramadan.

Dalam pertemuan itu, Syafruddin menekankan pentingnya hubungan yang sehat antara partai politik dan media. Ia menilai, keterbukaan informasi serta penyampaian gagasan kepada publik tidak bisa dilepaskan dari peran pers sebagai penyambung pesan kepada masyarakat.

“PKB tidak akan menjadi apa-apa tanpa dukungan dan publikasi dari teman-teman media. Sehebat apa pun gagasan partai, kalau tidak disampaikan kepada publik, maka akan menjadi gagasan yang hampa,” ujar Syafruddin.

Menurutnya, konsistensi pemberitaan dan ruang diskusi yang dibangun media turut memberi dampak terhadap perkembangan partai selama ini.

“Peningkatan suara dan kursi PKB bukan semata kerja partai, tetapi juga kontribusi rekan-rekan jurnalis yang terus mengabarkan program dan perjuangan kami,” tambahnya.

Di luar persoalan politik elektoral, ia juga menyinggung dinamika global yang dinilai memiliki implikasi luas. Ketidakpastian geopolitik, kata dia, harus diantisipasi karena bisa memengaruhi stabilitas ekonomi hingga ketahanan sosial.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap konflik global. Jika perang meluas, dampaknya bukan hanya pada negara yang berperang, tetapi juga bisa menyentuh ekonomi, lingkungan, bahkan kesehatan masyarakat dunia,” tegasnya.

Pembahasan kemudian beralih pada kondisi fiskal Indonesia. Syafruddin mengingatkan bahwa besarnya postur APBN perlu diimbangi dengan pengelolaan yang disiplin dan terukur agar tidak membebani keuangan negara di masa depan.

“Dengan APBN Rp3.800 triliun dan defisit ratusan triliun rupiah, pemerintah harus sangat berhati-hati. Beban utang yang besar jangan sampai membatasi ruang fiskal untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Ia juga merespons isu pengadaan mobil dinas di daerah yang menuai sorotan publik. Menurutnya, kebijakan anggaran harus mengedepankan asas manfaat dan urgensi.

“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus bertanya: mana yang benar-benar prioritas? Jangan sampai belanja yang kurang mendesak justru mengalahkan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Sebagai pimpinan PKB di Kalimantan Timur, ia meminta seluruh kader partai untuk lebih teliti dalam mengawal pembahasan APBD serta memastikan prosesnya berjalan transparan.

“Saya minta seluruh kader PKB membahas APBD dengan cermat dan transparan. Setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Menjelang agenda politik mendatang, Syafruddin turut mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui kerja nyata dan pelayanan yang konsisten.

“Waktu menuju pemilu tinggal kurang dari tiga tahun. Itu bukan waktu yang panjang. Kita harus bekerja lebih keras, memangkas jarak dengan rakyat, dan memastikan pelayanan benar-benar dirasakan,” pungkasnya.

Share Link: