“Bukan Sekadar Janji”: PC. PMII Kota Samarinda Kecam Pertamina Patra Niaga, Relokasi TBBM Cendana Mandek Sejak 2019

Jumat, 6 Februari 2026
Zumardin, Wakil Ketua II PC PMII Samarinda

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda melayangkan kritik keras kepada PT Pertamina Patra Niaga yang hingga kini belum merealisasikan pemindahan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dari kawasan Cendana ke Palaran. Padahal, rencana relokasi tersebut sejak 2019 diproyeksikan sebagai langkah untuk menekan risiko keselamatan sekaligus menata kawasan perkotaan Samarinda yang kian padat.

Kemandekan pemindahan TBBM dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga di sekitar Cendana. PC PMII Samarinda menilai PT Pertamina Patra Niaga kerap menyampaikan janji-janji normatif setiap kali mendapat tekanan publik, khususnya saat aksi demonstrasi, namun hingga kini belum pernah diwujudkan secara nyata.

Wakil Ketua II PC PMII Samarinda, Zumardin, menegaskan bahwa ketidaktegasan PT Pertamina Patra Niaga mencerminkan lemahnya komitmen BUMN tersebut terhadap keselamatan publik. Menurutnya, keberadaan TBBM di kawasan padat penduduk Cendana tidak dapat terus dinormalisasi tanpa kepastian relokasi.

“Sudah bertahun-tahun pemindahan ini dijanjikan. Bahkan dalam kesepakatan audiensi saat aksi, disebutkan bahwa awal tahun 2026 sudah ada pengerjaan pemindahan. Namun hingga hari ini, tidak pernah ada kepastian,” tegas Zumardin.

Atas kondisi tersebut, PC PMII Samarinda mendesak Pertamina pusat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Dinas ESDM Kalimantan Timur untuk segera mengambil langkah tegas dan memastikan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan merealisasikan pemindahan TBBM dari Cendana ke Palaran. Kejelasan kebijakan dan ketegasan sikap dinilai mendesak, tidak hanya demi keselamatan warga, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam mewujudkan tata kelola energi yang berpihak pada kepentingan publik.

“Kesabaran publik ada batasnya. Jika relokasi ini terus diabaikan, PMII akan terus menggalang tekanan dan mengawal persoalan ini sampai ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tutup Zumardin.

Share Link: