Mimbar Pergerakan. Kinerja Gubernur Kaltim Disorot, Janji Tinggal Retorika

Rabu, 1 April 2026

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda menggelar mimbar pergerakan sebagai bentuk perlawanan moral terhadap kinerja Gubernur Kalimantan Timur yang dinilai buruk. Aksi yang berlangsung di Taman Samarinda itu dipenuhi orasi keras mahasiswa yang menilai pemerintah provinsi gagal menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Dalam mimbar bebas tersebut, PMII Samarinda secara tegas menyoroti berbagai persoalan yang tak kunjung selesai, mulai dari banjir tahunan, pendidikan, kerusakan jalan yang semakin meluas, hingga ketimpangan pembangunan yang dinilai semakin memperlebar jurang ketidakadilan di daerah

“Kami menilai Gubernur Kaltim gagal menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal. Janji politik yang tidak mampu di realisasikan, belum lagi masalah Kerusakan hutan, lubang tambang, serta masih banyak probrem lain menunjukkan lemahnya keseriusan dan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya. Zumardin, saat di wawancarai

Selain itu, PMII Samarinda menilai Gubernur Kalimantan Timur cenderung abai terhadap kritik publik dan minim kehadiran langsung di tengah masyarakat.

“Pemimpin itu hadir untuk rakyat, bukan bersembunyi di balik laporan.” Sambungnya

Dalam sikapnya, PMII Samarinda mendesak adanya evaluasi total terhadap kinerja pemerintah provinsi serta menuntut langkah konkret, terukur, dan transparan dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

“Kami tidak butuh retorika. Kami butuh tindakan nyata. Jika pemerintah gagal menjawab persoalan rakyat, maka PMII akan terus berdiri di garis depan untuk mengingatkan dan kami pastikan kami akan hadir di depan singgah sana gubernur Kaltim Timur dalam waktu dekat” tutupnya.

PMII Samarinda menegaskan bahwa gerakan akan terus berlanjut sebagai bentuk kontrol sosial hingga pemerintah benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

Share Link: