Kesahkaltim.com, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Selamat Ari Wibowo, S.Pd., kembali melaksanakan kegiatan Besempekat sebagai bagian dari tindak lanjut hasil penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Balikpapan tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (8/4/2026).
Forum ini dihadiri narasumber Dedi Efendi, dengan Alauddin bertindak sebagai moderator, serta diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat yang turut memberikan perhatian terhadap jalannya diskusi.
Dalam sambutannya, Selamat Ari Wibowo menegaskan bahwa kegiatan Besempekat tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga sarana untuk memperkuat fungsi pengawasan DPRD terhadap hasil pembangunan di daerah. Menurutnya, forum ini penting untuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Besempekat merupakan pengembangan dari kegiatan sebelumnya yang dikenal sebagai Dialog Rakyat. Sejak 2025, istilah tersebut disesuaikan dengan kearifan lokal bahasa Kutai sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.
“Besempekat ini kami maknai sebagai ruang kebersamaan untuk berdialog, mendengar langsung, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang telah disampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Dedi Efendi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan forum tersebut. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, tetapi juga menjadi media evaluasi terhadap kebijakan dan program yang sudah berjalan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam forum seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa aspirasi yang telah disampaikan benar-benar mendapatkan tindak lanjut yang jelas.
Selamat Ari Wibowo juga berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih efektif antara masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui dialog yang terbuka seperti ini, kami dapat lebih fokus dalam menindaklanjuti persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan hasil pembangunan,” pungkasnya.











