Muara Kaman – Sinta, remaja berusia 16 tahun yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Desa Muara Kaman Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (19/2/2026) pukul 10.58 WITA.
Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP) ke arah hilir, dalam posisi mengapung di depan sebuah tugboat yang tengah sandar di sekitar lokasi. Tim SAR Gabungan yang menerima informasi itu segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dibenarkan Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, penemuan berhasil dilakukan setelah memasuki Operasi SAR hari ketiga (H-3). Tim Rescue Pos SAR Samarinda terlebih dahulu menggelar briefing pada pukul 07.00 WITA untuk menentukan strategi pencarian lanjutan.
Pada pukul 07.15 WITA, tim bersama unsur potensi SAR segera melakukan penyisiran sejauh kurang lebih 4 kilometer ke arah hilir dari LKP dengan mengerahkan peralatan SAR air serta dukungan armada, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
“Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, korban diinformasikan berada di depan tugboat yang sandar dalam posisi mengapung dan kami segera melakukan evakuasi. Korban ditemukan pukul 10.58 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan dari lokasi LKP berjarak sekitar 200 meter ke arah hilir,” ujarnya.
Hambatan utama selama operasi kata Mardi, adalah derasnya arus Sungai Mahakam serta kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan ringan di sekitar area pencarian.
“Adapun hambatan yang kita temui adalah derasnya arus sungai dan untuk informasi cuaca di sekitaran pencarian, kami laporkan dalam kondisi hujan ringan,” tambahnya.
Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 11.40 WITA Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan debriefing. Dengan telah ditemukannya korban, seluruh unsur yang terlibat sepakat untuk menghentikan dan mengusulkan penutupan Operasi SAR.
Operasi ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Samarinda, Polairud Polda Kaltim, Polsek Muara Kaman, Koramil Muara Kaman, BPBD Kukar, Damkar Muara Kaman, serta warga setempat, dengan dukungan peralatan rescue car, rubber boat Basarnas, perahu masyarakat, peralatan selam, komunikasi, dan medis. Seluruh personel kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing dalam kondisi siaga.










